RSS

STRUKTUR SOSIAL

04 Agu

A. PENGERTIAN STRUKTUR SOSIAL

GEORGE C. HOMANS, mempelajari sosiologi mikro, mengaitkan struktur sosial dengan perilaku sosial elementer dalam kehidupan sehari-hari.

GERHARD LENSKI, mempelajari sosiologi  makro,  berbicara mengenai struktur masyarakat yang diarahkan oleh kecenderungan panjang yang menandari sejarah.

KORNBLUM, menekankan konsep struktur sosial pada pola perilaku individu dan kelompok, yaitu pola perilaku berulang-ulang yang menciptakan hubungan antarindividu dan antarkelompok dalam masyarakat.

Struktur sosial adalah cara  bagaimana suatu masyarakat terorganisasi dalam hubungan-hubungan yang dapat diprediksikan melalui pola perilaku berulang-ulang antarindividu dan antarkelompok dalam masyarakat tersebut.

1.  Status Sosial

Merupakan kedudukan atau posisi sosial seseorang dalam kelompok masyarakat. Posisi sosial yang terdapat dalam suatu kelompok masyarakat dari yang paling rendah hingga paling tinggi.

a.  Ascribed Status

status yang diberikan kepada seseorang tanpa memandang bakat atau karakteristik orang tersebut. Didapatkan secara otomatis melalui kelahiran (keturunan).  Latar belakang ras, gender, dan usia dapat dikategorikan sebagai cribbed status.

b. Achived Status.

Status yang didapat seseorang melalui usaha-usahanya sendiri. Seseorang harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan achived status, seperti bersekolah, mempelajari keterampilan-keterampilan, berteman, atau menciptakan sesuatu yang baru.

c. Assignet Status

Status yang diberikan kepada seseorang karena telah berjasa melalukan sesuatu untuk masyarakat.

2.    Peran Sosial

  • Peran sosial adalah seperangkat harapan terhadap seseorang yang  menempati  suatu posisi atau status sosial tertentu.
  • Peran merupakan komponen yang penting dalam struktur sosial.
  • Menurut sudut pandang fungsionalis, peran memberikan sumbangan pada stabilitas masyarakat dengan cara memampukan tindakan-tindakan mereka sendiri, tetapi peran sosial biasa menjadi tidak berfungsinkarena membatasi hubungan dari interaksi individu.
  • Jika kita memandang seseorang hanya sebagai atasan maka akan sulit bagi kita untuk berhubungan dengan orang ini sebagai teman atau tetangga

3.   Kelompok

Kelompok adalah sejumlah orang yang memiliki norma, nilai dan harapan yang sama, serta secara sadar dan teratur saling berinteraksi.

4.   Institusi

Institusi adalah pola terorganisasi  dari kepercayaan dan perilaku yang dipusatkan pada kebutuhan dasar sosial. Institusi dibentuk untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Institusi  sosial seperi keluarga, agama, dan pemerintah merupakan aspek fundamental dari struktur sosial. Sebagai contoh, dapat dilihat pada struktur sosial dalam masyarakat gemeinschaft (paguyuban). Masyarakat gemeinschaft memiliki tipe kehidupan pedesaan, dimana rasa kebersamaan mereka timbul dari kesamaan latar belakang dan pengalaman hidup. Pra anggotanya saling mengenal dan interaksi sosial bersifat akrab dan kekeluargaan.

B.  DIFERENSIASI DAN STRATIFIKASI SOSIAL

SOERJONO SOEKANTO, difernsiasi sosial adalah variasi pekerjaan, prestise, dan kekuasaan kelompok dalam masyrakat, yang dikaitkan dengan interaksi atau akibat umum dari proses interaksi sosial yang lain.

1.   Difensiasi Sosial

Diferensiasi sosial terjadi akibat pola interaksi individu, meliputi :

  1. Ciri fisik, seperti bentuk dan tinggi tubuh, raut muka, warna kulit, dan warna rambut.
  2. Ciri sosial budaya, antara lain kecerdasan, motivasi, dedikasi, minat, dan bakat. Dalam lingkup yang lebih luas meliputi bentuk organisasi, kebiasaan, dan sistem nilai budaya lainnya.

Menurut Achmadi merupakan  karakteristik sosial yang membuat individu atau kelompok dan berbeda satu sama lain. Beberapa faktor, yaitu

  1. Usia
  2. Gender ( jenis kelamin)
  3. Latar belakang etnik

Ada beberapa diferensiasi sosial sebagai berikut :

  1. Diferensiasi Atas perbedaan Ras
  2. Agama dan kepercayaan
  3. Gender (jenis kelamin)
a) Diferensiasi Atas perbedaan Ras

Ras adalah segolongan manusia yang mempunyai  sifat-sifat tertentu secara turun-temurun.

Ras merupakan konsepsi biologi dan bukan konsepsi kebudayaan. Apabila kita memberikan definisi tentang ras maka ciri-ciri yang kita kemukakan  pada pengertian ras itu adalah ciri-ciri fisik yang menurun.

Berikut klasifikasi rasmenurut A.L.kroeber :

  1. Ras Austroloid adalah penduduk asli Australia,misalnya Aborigin.
  2. Ras Mongoloid terbagi menjadi subras Asiatik ( Asia Tenggara, Asia Timur dan Asia Tengah), subras Melayu (Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, Filipina dan sebagaian penduduk kawasan Asia Timur), subras Amerika yang merupakan penduduk  asli Benua Amerika (Indian).
  3. Ras Kaukosid terbagi menjadi subras Nordik ( kawasan Eropa Utara dan sekitarLaut Baltik), subras Alpin (kawasan Eropa Tengah dan Eropa Timur), subras Mediterania (sekitar Laut Tengah, Afrika Utara,Armenis,Arab dan Iran), subras Indik meliputi (Pakistan, India, Bangladesh, dan Srilanka).
  4. Negroid dibedakan menjadi subras Negro Afrika yang terdapat di Amerika Barat, subras Negrito meliputi Afrika Tengah orang di Semenanjung Malaya dan  Filiphina, subras Malanesia yang terdapat di Papua dan Melanesia di kawasan Pasifik.
  5. Bushman, di kawasan Gurun Kalahari, Afrika Selatan.
  6. Veddoid, di pedalaman Srilanka dan Sulawesi Selatan.
  7. Polynesia tersebar di Kepulauan Mikronesia dan Polynesia.
  8. Ainu terdapat di Pulau Kurafito dan Hokaido, Jepang ( penduduk asli negara Jepang ).

b)  Agama dan kepercayaan

Banyak teori yang dikemukakan oleh ilmuwan sepanjang sejarah manusia tentang keberadaan atau religi dalam  berbagai masyarakat.

Menurut Lang dalam teori Firman Tuhan,  kepercayaan erhadap dewa tertinggi merupakan bentuk religi manusiayang tertua.

c. Gender ( jenis kelamin )

Perbedaan penilaian antara pria dan wanita disebabkan oleh dua hal berikut :

§Secara biologis, fisik pria relatif kuat dibandingkan rata-rata fisik wanita. Hal tersebut berkaitan dengan produktivitas secara fisik. Misalnya di bidang pekerjaan pria lebih banyak melakukan pekerjaan fisik yang berat dibandingkan wanita.
§Secara psikologis, membesarkan anak perempuan relatif lebih sulit dan berat karena jika terlalu ketat anak akan menjadi tertekan dan mungkin kemudian sulit menemukan pasangan hidup. Sebaliknya, jika terlalu  longgar anak bisa terjebak dalam pergaulan bebas yang akan merugikan dirinya sendiri.

Adanya pandangan masyarakat bahwa anak lelaki merupakan penerus garis keturunan keluarga.Jadi, perbedaan sosial antara pria dan wanita pada umumnya didasari oleh ketiga alasan tersebut.

d)  Profesi

adalah jenis pekerjaan yang dilakukan dengan menggunakan teknik atau keterampilan secara intelektual.   seorang profesional hanya menekuni dan  mengembangkan satu jenis pekerjaan saja dan bidang pekerjaan tersebut diakui secara tegas oleh masyarakat. misalnya: dokter,  hakim, guru, arsitek, peneliti biologi, dan lain-lain.

e)   Klan

koentjaraningrat, klan adalah suatu kelompok kekerabatan yang terdiri atas semua keturunan dari seseorang nenek moyang yang diperhitungkan melalui garis keturunan  sejenis, yaitu keturunan warga-warga pria atau wanita. Apabila    garis keturunan ditai-laki disebut patrinieal. Sedangkan apabila garis keturunan ditarik dari perempuan dinamakan  materilinieal.

f)  Suku bangsa

adalah golongan sosial yang dibedakan dari golongan sosial lainnya. Koentjaraningrat, suku bangsa adalah kelompok masyarakat dengan corak kebudayaan  yang khas. lengkapnya suku bangsa adalah golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan jati diri mereka akan kesatuan kebudayaan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 4, 2012 in Materi IPS Kelas XI SMK

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: