RSS

TINGGALKAN PERFEKSIONISME

02 Agu

Banyak sekali orang yang tertekan gangguan jiwa berupa rasa cemas atau gangguan-gangguan lainnya. Kebanyakan mereka adalah orang-orang perfeksionis, yaitu orang-orang yang menginginkan segala sesuatu berjalan dengan semestinya atau berjalan dengan kehendaknya.

Mereka tidak mau menerima kekurangan. Mereka juga merasa cemas dengan adanya kemungkinan terjadinya suatu kerusakan. Misalnya, mereka menginginkan teman-teman yang tanpa cacat, istri-istri yang tanpa kelemahan, perkawinan yang tanpa masalah, anak-anak yang taat dan tidak suka bertengkar, pemimpin-pemimpin yang tidak sewenang-wenang, dokter-okter yang tulus dalam pekerjaan mereka, tidak suka mengeksploitasi pasien, dan lain sebagainya. Mereka mengatakan mengapa hidup selalu ada gangguang ? Mengapa kita tidak basmi saja gangguan-gangguanini ? Akibat pertanyaan-pertanyaan itu mereka merasa gelisah dan bersedih hati atas segala kejadian.

Fakta yang semestinya kita tahu bahwa salah satu ciri kehidupan di dunia ini adalah perasaan kurang. Kesempurnaan di dunia hanya terdapat dalam khayalan para penyair serta teori para filsuf dan orang-orang bijak.

Sebagai contoh, terwujudnya kejujuran di dunia ini adalah hal yang mustahil. Di dunia ini Anda akan menemukan orang yang suka berbohong, menipu, bahkan munafik. Jumlah mereka pun banyak sekali. Oleh karena itu, adanya kejujuran secara mutlak adalah hal yang tidak akan terjadi.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah Anda akan bersedih dan berduka cita bila melihat seseorang yang memiliki kedudukan terhormat di mata masyarakat, ternyata adalah seorang pembohong ?  Apakah Anda akan bersedih hati bila melihat seseorang yang Anda anggap tulus ikhlas, ternyata adalah seorang munafik ?

Apakah Anda merasa cemas dan bersedih hati, ketika Anda melihat kezaliman, kekerasan, dan penindasan yang menimpa orang-orang lemah. Anda mungkin bertanya, mengapa tidak menimpa orang-orang kuat yang kejahatan-kejahatan mereka tampak jelas.

Sungguh perjuangan Anda di jalan kejujuran, kebenaran, dan keadilan, serta perjuangan Anda dalam memerangi kezaliman dan orang-orang zalim adalah hal yang sangat penting dan perlu. Akan tetapi, pengaruh kejiwaan Anda terhadap hal-hal di atas, juga keinginan Anda agar dunia ini berjalan dengan semestinya, akan menyebabkan kecemasan dalam diri Anda bila hal itu tidak terwujud.

Hal ini tidak perlu sama sekali. Mengapa ? Karena hal itu menggambarkan kekalahan jiwa Anda. Kekalahan jiwa ini menjadikan Anda tidak menikmati hidup, sehingga Anda pun mengalami kesedihan dan kebosanan. Berawal dari sini, Anda tidak akan mampu lagi untuk menjalankan tugas Anda dengan baik. Semua itu terjadi karena Anda tidak dapat lagi berpikir secara logis, jelas, dan rasional untuk meluruskan kesalahan yang tampak oleh Anda, bahkan terkadang tingkah laku Anda diliputi dengan perasaan yang tak terkontrol, suatu perasaan yang dipenuhi dengan kemarahan, kebencian, dan emosi meledak-ledak.

Seharusnya, Anda mengetahui dan memahami benar bahwa di dunia ada kejernihan dan kekeruhan, keadilan dan kezaliman, cinta dan benci, kejujuran dan kebohongan. Ada pula orang-orang munafik yang pandai mengubah corak penampilan. Terkadang, Anda baru dapat menemukan sosok-sosok munafik di diri seseorang pada saat-saat terakhir. Dalam hal ini, tetap jangan bersedih Anda tidak mesti mengetahui teka-teki dan rahasia-rahasia di balik itu semua karena hanya Allah yang mengetahui perkara yang tersembunyi dan samar.

Akan tetapi, pada hari Kiamat nanti, Anda akan dikejutkan dengan keberadaan orang-orang yang dahulu Anda sangka berjiwa malaikat, namun ternyata adalah saudara iblis. Anda pun akan dikejutkan dengan keberadaan orang-orang yang dahulu Anda sangka berjiwa nasionalis yang tulus ikhlas mengabdikan dirinya untuk negara, namun ternyata merupakan pengkhianat yang telah menjual negaranya sendiri dengan rendah dan hina. Anda pun akan dikejutkan dengan keberadaan orang-orang yang dahulu dituduh dengan tuduhan-tuduhan yang sangat berat, namun ternyata merupakan orang-orang yang tidak terlibat sama sekali dengan tuduhan itu.

Namun begitu, hal ini bukan berarti Anda harus menganggap bahwa kondisi lahir setiap orang, pasti berbeda dengan kondisi batin mereka. Anda hanya perlu berhati-hati karena terkadang orang kepercayaan Anda bisa menjadi pengkhianat. Satu hal yang perlu diingat benar, bahwa hal ini hanya berlaku pada sebagian orang. Oleh karena itu, bila hal seperti ini terjadi, janganlah merasa jatuh atau terpukul. Terimalah hal itu dengan lapang dada. Ingatlah bahwa ini adalah tabiat dunia.

Rasulullah saw. Bersabda,

“ Sesungguhnya, orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid. Selanjutnya, orang itu dibawa menghadap dan ditunjukkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan yang telah diberikan Allah kepadanya hingga orang itu mengetahuinya. Kemudian Allah berfirman, ‘Apa yang telah engkau kerjakan ?’ Orang itu menjawab, ‘Aku berperang demi Engkau (Allah) hingga aku mati syahid. ‘Kemudian Allah berfirman lagi,’Kamu berbohong, kamu berperang adalah agar kamu dianggap pemberani.’Dam memamng telah dikatakan demikian. Lalu Allah telah memerintahkan malaikat untuk menyeret orang itu hingga ia terlempar di api neraka. Giliran selanjutnya adalah orang yang mempelajari ilmu dan mengamalkannya, serta orang yang membaca Al-Qur’am, kepadanya kenikmatan-kenikmatan yang telah diberikan Allah kepadanya hingga orang itu mengetahuinya. Kemudian Allah berfirman, ‘Apa yang telah engkau kerjakan ? ‘Orang itu menjawab, ‘Aku mempelajari ilmu dan mengamalkannya, serta Aku telah membaca Al-Qur’an demi Engkau (Allah)’. Kemudian Allah berfirman lagi, ‘Kamu berbohong, kamu mempelajari ilmu agar kamu dianggp orang alim dan kamu membaca Al-Qur’an adalah agar kamu dianggap Qari’. Dan memang telah dikatakan demikian. Lalu Allah telah memerintahkan malaikat untuk menyeret orang tersebut hingga ia terlempar di api neraka. Giliran selanjutnya adalah orang yang diberikan oleh Allah keluasan berupa segala macam harta. Selanjutnya, orang itu dibawa menghadap dan ditunjukkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan yang telah diberikan Allah kepadanya hingga orang itu mengetahuinya. Kemudian Allah berfirman, ‘Apa yang telah engkau kerjakan ? ‘Orang itu menjawab, ‘Aku telah menginfakkan harta di jalan Engkau (Allah) cintai demi Engkau (Allah). ‘Kemudian Allah berfirman lagi, ‘Kamu berbohong, kamu berbuat ini adalah agar kamu dianggap dermawan. ‘Dan memang sudah dikatakan yang demikian. Lalu Allah telah memerintahkan malaikat untuk menyeret orang itu hingga ia terlempar di api neraka.” (HR. Muslim ).

Saudaraku sesama muslim, lihatlah bagaimana akhirat dapat mengubah timbangan dunia. Akhirat memang dapat menurunkan dan menaikkan derajat seseorang. Pada hadits diatas dikisahkan mereka yang tergolong sebagai orang-orang besar di dunia. Anda mungkin mengenal salah satu dari mereka atau bahkan mencintainya.

Apabila pada suatu hari, Anda merasa telah ditipu oleh seseorang, janganlah bersedih hati. Sebenarnya orang itu tidak menipu Anda. Ia justru menipu dirinya sendiri dengan mendatangkan kehancuran baginya. Apa kerugian Anda kerena perbuatan orang itu ?

Setelah semua yang terjadi ini, apakah Anda merasa sedih karena telah berbuat baik namun tidak mendapat balasan yang setimpal ? Apakah Anda bersedih hati karena telah lelah berkorban untuk mendidik anak-anak Anda. padahal bisa saja, pada kemudian hari ternyata anak-anak Anda tidak menghargai pengorbanan Anda ?

Apakah Anda bersedih karena ada seseorang yang mendahului karier kerja Anda, padahal keberhasilan dan kemampuannya berada di bawah Anda ?

Apa hal yang terpenting bagi Anda bila ternyata kebanyakan timbangan di dunia terbalik ? Oleh karena itu, hal yang terpenting bagi Anda, pahala Anda tetap tersimpan baik untuk Anda. Perbuatan Anda adalah tabungan bagi Anda. Anda pasti akan mendapatkan balasan. Pengorbanan dan usaha Anda tidak akan sia-sia selamanya, selama Anda berbuat demi mencapai ridha Allah swt. Semua itu akan menambah berat timbangan Anda pada saat timbangan-timbangan orang lain menjadi ringan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 2, 2011 in Renungan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: